AS Gunakan Teroris Al-Nusra untuk Gagalkan Pembicaraan Damai

NEW YORK – Amerika Serikat (AS) memberikan “lampu hijau” kepada mantan anggota al-Nusra untuk menghancurkan proses perdamaian Astana. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Suriah Walid Muallem setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Muallem menuduh militer AS meminta bantuan teroris untuk menghancurkan kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang diamankan dalam proses rekonsiliasi Astana.

“Mereka tidak puas dengan hasil sukses proses perdamaian Astana, itulah mengapa mereka menggunakan aset mereka, termasuk Jabhat al-Nusra untuk menghalangi kesepakatan yang telah dinegosiasikan,” kata Muallem, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, dikutip dari Russia Today, Sabtu (23/9/2017).

Pada putaran terakhir perundingan internasional di ibukota Kazakhstan, para pihak sepakat mengenai batas-batas zona de-eskalasi akhir di provinsi Idlib. Perundingan itu didukung oleh Rusia, Iran dan Turki sebagai penjamin gencatan senjata Suriah.

Inisiatif itu dilakukan untuk memisahkan para pelaku terorisme, seperti ISIS dan Front al-Nusra, dari oposisi moderat di wilayah yang ditunjuk dalam kesepakatan tersebut. Kesepakatan itu mempertimbangkan untuk menciptakan mekanisme untuk memantau gencatan senjata di empat zona de-eskalasi.

Penciptaan empat zona de-eskalasi, yang telah di proses sejak gagasan awal disetujui oleh pemerintah Suriah pada bulan Mei, disambut oleh utusan khusus Rusia untuk Suriah, Aleksandr Lavrentiev, sebagai “titik balik” dalam menyelesaikan krisis Suriah .

Muallem melanjutkan untuk mencatat bahwa berkat kerja sama yang berbuah antara pasukan Suriah dan Rusia, pertarungan dengan ekstrimis hampir berakhir. Lebih dari 87 persen wilayah Suriah telah dibebaskan dari ISIS, menurut data terakhir dari Kementerian Pertahanan Rusia yang dikeluarkan pada hari Jumat.

Baca juga:
Rusia: 87% Wilayah Suriah Dibebaskan dari ISIS

“Orang-orang Suriah semakin yakin bahwa mereka menulis bab terakhir dari krisis tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Suriah.

Menolak peran AS di Suriah, Muallem menuduh bahwa Washington sengaja bertujuan untuk menghalangi serangan pasukan Suriah di Deir ez-Zor.

“Amerika belum mengubah pendekatan mereka sejauh ini. Di Deir ez-Zor mereka mencoba untuk menghalangi kemajuan tentara kita melawan ISIS,” tukasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *